
Selama bertahun-tahun, Tokyo dikenal sebagai gerbang utama dan destinasi paling populer bagi wisatawan mancanegara di Jepang. Ibu kota ini memang menawarkan kombinasi sempurna antara modernitas futuristik, tradisi kuno, dan pusat hiburan tanpa henti. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren baru: wisatawan mulai melirik dan bahkan lebih memilih kota-kota lain di Jepang yang menawarkan pengalaman berbeda, lebih autentik, dan sering kali lebih tenang.
Fenomena ini mengubah wajah pariwisata Jepang, sekaligus membawa dampak besar bagi daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapat sorotan.

Ada beberapa alasan utama yang mendorong pergeseran tren ini:
Overtourism di Tokyo dan Kyoto
Kedua kota ini sering kali dipadati turis, terutama di musim semi (sakura) dan musim gugur. Banyak wisatawan kini mencari alternatif yang lebih sepi namun tetap kaya pengalaman.
Keinginan untuk Pengalaman Autentik
Wisatawan modern tidak hanya mencari landmark terkenal, tetapi juga ingin menyelami kehidupan lokal, budaya khas, dan tradisi daerah yang unik.
Pemerataan Promosi Wisata oleh Pemerintah Jepang
Pemerintah Jepang gencar mempromosikan destinasi di luar Tokyo dan Kyoto untuk mendukung pembangunan ekonomi regional dan mengurangi beban di kota besar.
Kemudahan Transportasi
Dengan jaringan Shinkansen (kereta cepat) dan penerbangan domestik yang efisien, wisatawan lebih mudah menjangkau kota-kota selain Tokyo dalam waktu singkat.

1. Osaka : Kota Kuliner dan Hiburan
Osaka kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan internasional. Dikenal sebagai “dapur Jepang”, kota ini menawarkan beragam kuliner khas seperti takoyaki, okonomiyaki, dan kushikatsu. Selain itu, Osaka memiliki:
Universal Studios Japan – taman hiburan bertaraf internasional.
Dotonbori – pusat hiburan malam dengan lampu neon ikonik.
Akses mudah ke Kyoto dan Nara sebagai destinasi budaya.
Sebagai ibu kota Hokkaido, Sapporo terkenal dengan:
Sapporo Snow Festival – festival musim dingin dengan patung es raksasa.
Pemandangan alam berupa pegunungan dan resor ski.
Bir Sapporo yang melegenda.
Kuliner laut segar, terutama kepiting Hokkaido yang terkenal dunia.

3. Okinawa : Surga Tropis Jepang
Bagi yang mencari suasana berbeda, Okinawa menawarkan atmosfer tropis dengan pantai berpasir putih dan laut biru jernih.
Budaya Okinawa yang unik karena pengaruh Kerajaan Ryukyu.
Pusat menyelam dengan terumbu karang indah.
Suasana santai yang berbeda dari hiruk pikuk Tokyo.
4. Fukuoka : Pintu Gerbang ke Kyushu
Fukuoka mulai naik daun dengan daya tarik:
Hakata Ramen yang terkenal ke seluruh dunia.
Suasana kota yang modern namun ramah.
Akses mudah ke destinasi lain di Kyushu, termasuk pemandian air panas Beppu dan gunung berapi Aso.
5. Kanazawa : Kyoto Baru yang Lebih Tenang
Kanazawa sering disebut sebagai alternatif Kyoto karena masih menyimpan nuansa Jepang tradisional:
Taman Kenrokuen, salah satu taman terindah di Jepang.
Distrik geisha dan samurai yang terjaga keasliannya.
Karya seni dan kerajinan emas yang terkenal.
Ekonomi daerah berkembang – kota-kota di luar Tokyo merasakan lonjakan kunjungan wisatawan.
Pelestarian budaya lokal – meningkatnya perhatian mendorong komunitas lokal menjaga warisan budaya.
Pemerataan pariwisata – mengurangi beban overtourism di Tokyo dan Kyoto.
Meski tren ini membawa banyak manfaat, beberapa tantangan juga muncul:
Infrastruktur wisata di kota-kota kecil belum sekuat Tokyo.
Perlu edukasi wisatawan tentang etika dan budaya lokal.
Ancaman overtourism bisa bergeser ke kota lain jika tidak dikelola dengan baik.
Pergeseran minat wisatawan internasional dari Tokyo ke kota-kota lain seperti Osaka, Sapporo, Okinawa, Fukuoka, dan Kanazawa menunjukkan bahwa Jepang memiliki keragaman destinasi luar biasa yang layak dieksplorasi.
Bagi wisatawan, tren ini membuka kesempatan untuk melihat sisi lain Jepang—lebih tenang, lebih otentik, dan lebih dekat dengan budaya lokal. Sementara bagi Jepang sendiri, ini menjadi momentum penting untuk membangun pariwisata yang lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.


Jakarta :
The Mansion Bougenville Fontana
Jl. Trembesi, Pademangan Tim., Kec. Kemayoran, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410
Bali :
WorkBez Service Office
Graha Merdeka. Jl. Merdeka, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Copyright @ Red Feng by Jenovac Infinity Royal – Jenovac Group