
Terletak di pertemuan dua sungai besar—Rhône dan Saône, Lyon adalah kota yang memadukan sejarah kuno, kuliner kelas dunia, dan atmosfer modern yang memikat. Sebagai kota terbesar ketiga di Prancis, Lyon bukan hanya pusat ekonomi dan budaya, tetapi juga destinasi wisata yang memikat hati jutaan pelancong setiap tahunnya.
Lyon berdiri sejak zaman Romawi dengan nama Lugdunum, ibukota Galia pada tahun 43 SM. Jejak kejayaannya masih bisa dilihat hingga kini:
Amphithéâtre des Trois Gaules – peninggalan Romawi yang masih bertahan.
Basilique Notre-Dame de Fourvière – ikon kota di atas bukit Fourvière, dengan panorama Lyon yang menakjubkan.
Vieux Lyon (Old Town) – kawasan abad pertengahan dan Renaisans yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Lyon dikenal sebagai ibukota kuliner Prancis. Gelar ini bukan tanpa alasan:

Lyon juga terkenal dengan Festival Cahaya (Fête des Lumières) yang diadakan setiap Desember. Seluruh kota berubah menjadi galeri seni cahaya terbuka, memikat wisatawan dari seluruh dunia.
Musée des Beaux-Arts de Lyon – salah satu museum seni terbesar di Prancis setelah Louvre.
Musée des Confluences – museum futuristik dengan arsitektur unik di pertemuan sungai Rhône dan Saône.
Traboules – lorong-lorong tersembunyi yang menghubungkan bangunan, khas Lyon sejak abad ke-19.

Lokasi: 470 km dari Paris (2 jam perjalanan dengan kereta TGV).
Waktu terbaik berkunjung: Musim semi (April–Juni) untuk cuaca nyaman, atau Desember saat Festival Cahaya.
Durasi ideal kunjungan: 2–3 hari.


Jakarta :
The Mansion Bougenville Fontana
Jl. Trembesi, Pademangan Tim., Kec. Kemayoran, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410
Bali :
WorkBez Service Office
Graha Merdeka. Jl. Merdeka, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Copyright @ Red Feng by Jenovac Infinity Royal – Jenovac Group