
Terletak di perbatasan Prancis dan Jerman, Strasbourg dan wilayah Alsace adalah destinasi yang memikat hati dengan perpaduan budaya, sejarah, kuliner, serta pesona arsitektur khas Eropa. Kawasan ini sering digambarkan sebagai jembatan antara dua bangsa, tempat di mana nuansa Prancis berpadu indah dengan tradisi Jerman.
Sebagai ibu kota wilayah Alsace dan markas besar Parlemen Eropa, Strasbourg adalah kota dengan atmosfer internasional sekaligus berakar kuat pada sejarahnya.
Cathédrale Notre-Dame de Strasbourg – katedral Gotik megah dengan menara setinggi 142 meter, salah satu yang tertinggi di Eropa.
La Petite France – distrik tua yang menawan dengan rumah kayu berwarna-warni, kanal, dan jalan berbatu yang romantis.
Institusi Eropa – seperti Parlemen Eropa, Dewan Eropa, dan Pengadilan HAM Eropa, menjadikan Strasbourg pusat politik dunia.

Château de Chambord – Kastil terbesar dengan arsitektur Renaisans yang megah, dikelilingi hutan luas.
Château de Chenonceau – Kastil elegan yang melintasi Sungai Cher, dikenal sebagai “Kastil Para Wanita”.
Château de Blois – Pernah menjadi kediaman beberapa raja Prancis, penuh intrik sejarah.
Château d’Amboise – Tempat peristirahatan terakhir Leonardo da Vinci.
Château de Villandry – Terkenal dengan taman geometris yang indah.

Alsace adalah surga kuliner yang memadukan citarasa Prancis dengan sentuhan Jerman:
Tarte flambée (flammekueche) – mirip pizza tipis dengan krim, bawang, dan daging asap.
Choucroute garnie – hidangan khas berbahan sauerkraut dengan sosis dan daging.
Anggur Riesling & Gewürztraminer – salah satu white wine terbaik dunia berasal dari Alsace.

Pasar Natal Strasbourg (Christkindelsmärik) – salah satu pasar Natal tertua dan terbesar di Eropa. Kota berubah menjadi negeri dongeng penuh cahaya dan dekorasi.
Festival Anggur Alsace – dirayakan di berbagai desa sepanjang musim panas.
Menyusuri kanal Strasbourg dengan perahu bateaux mouches.
Bersepeda di jalur hijau Alsace yang ramah lingkungan.
Wine tasting di perkebunan anggur tradisional.
Menikmati panorama dari Mont Sainte-Odile di Vosges.
Lokasi: Perbatasan Prancis–Jerman, sekitar 2 jam dengan kereta TGV dari Paris.
Waktu terbaik berkunjung: Musim semi (April–Juni) untuk bunga bermekaran, atau Desember saat Pasar Natal.
Durasi ideal kunjungan: 3–4 hari untuk menjelajahi Strasbourg dan desa-desa Alsace.
Anda akan merasakan perjalanan eksklusif penuh keindahan: berjalan di jalan-jalan romantis La Petite France, menikmati white wine Alsace terbaik langsung dari perkebunan, hingga merasakan keajaiban pasar Natal Strasbourg. Setiap langkah adalah cerita, setiap sudut adalah kenangan.
Strasbourg dan Alsace bukan sekadar tujuan wisata, melainkan perjalanan rasa, budaya, dan kehangatan Eropa Tengah yang akan selalu dikenang.


Jakarta :
The Mansion Bougenville Fontana
Jl. Trembesi, Pademangan Tim., Kec. Kemayoran, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410
Bali :
WorkBez Service Office
Graha Merdeka. Jl. Merdeka, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Copyright @ Red Feng by Jenovac Infinity Royal – Jenovac Group