
Pulau Komodo terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT), di antara Pulau Sumbawa dan Flores. Pulau ini menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo, yang meliputi Pulau Rinca, Padar, dan pulau-pulau kecil lain dengan total luas sekitar 1.700 km². Ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, kawasan ini melindungi spesies kadal raksasa yang menjadi ikon dunia: Komodo (Varanus komodoensis).
Dari Jakarta/Bali ke Labuan Bajo (Bandara Komodo): penerbangan langsung ±2,5 jam.
Dari Labuan Bajo, perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat (±2–3 jam) atau kapal wisata (liveaboard) yang juga singgah ke Pulau Padar dan Pink Beach.

Komodo adalah reptil terbesar di dunia yang dapat mencapai panjang lebih dari 3 meter dan bobot hingga 70 kg. Hewan purba ini merupakan karnivora puncak rantai makanan, dengan indra penciuman tajam dan gigitan beracun. Di Pulau Komodo, pengunjung dapat melihat komodo berkeliaran di alam liar dengan pendampingan ranger resmi.

Tracking dan Wildlife Tour
Jalur trekking bervariasi dari pendek (±1 jam) hingga panjang (3–4 jam).
Pengunjung dipandu untuk mengamati komodo di habitat asli, burung eksotis, rusa timor, hingga babi liar.
Pantai Pink (Pink Beach)
Pasirnya berwarna merah muda alami karena pecahan karang merah.
Cocok untuk snorkeling dengan terumbu karang yang masih terjaga.
Snorkeling & Diving
Perairan sekitar Pulau Komodo termasuk taman laut terbaik di dunia, dengan lebih dari 260 spesies karang, penyu, manta ray, dan berbagai ikan tropis.
Pulau Sekitar
Pulau Padar: pemandangan bukit dan teluk-teluk berliku yang menakjubkan, terkenal sebagai spot foto ikonik.
Pulau Rinca : alternatif melihat komodo dengan trekking lebih menantang.

April – Juni dan September – November: cuaca cerah, laut tenang, dan kehidupan bawah laut sangat jernih.
Juli – Agustus: puncak musim liburan, suasana lebih ramai.
Desember – Februari: musim hujan, perjalanan laut bisa terpengaruh cuaca.
Ikuti arahan ranger setiap saat, jangan mendekati komodo sendirian.
Kenakan sepatu trekking dan bawa air minum.
Hindari mengenakan parfum atau wewangian menyengat, karena komodo peka terhadap bau darah dan aroma kuat.
Bawa uang tunai secukupnya, karena fasilitas ATM terbatas.
Taman Nasional Komodo menerapkan kuota dan tiket masuk resmi untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Wisatawan diimbau:
Tidak memberi makan satwa liar.
Tidak membuang sampah.
Menggunakan operator tur yang mendukung konservasi.
Pulau Komodo menawarkan pengalaman unik: menyaksikan “naga” raksasa yang masih hidup sejak zaman prasejarah, berpadu dengan panorama laut tropis yang menawan. Perjalanan ke sini bukan sekadar liburan, melainkan petualangan alam dan pelajaran penting tentang konservasi yang akan meninggalkan kesan tak terlupakan.


Jakarta :
The Mansion Bougenville Fontana
Jl. Trembesi, Pademangan Tim., Kec. Kemayoran, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410
Bali :
WorkBez Service Office
Graha Merdeka. Jl. Merdeka, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Copyright @ Red Feng by Jenovac Infinity Royal – Jenovac Group