


Ketika berbicara tentang Prancis, nama Paris selalu terlintas pertama kali. Kota cahaya ini menyuguhkan pesona Menara Eiffel yang ikonik, museum Louvre yang menyimpan karya seni legendaris, hingga suasana romantis di sepanjang Sungai Seine. Jalanan berbatu di Montmartre, kafe-kafe klasik, serta butik mode ternama menjadikan Paris sebagai simbol keanggunan dan kehidupan kosmopolitan.
Namun, keindahan Prancis tidak hanya berhenti di Paris. Di selatan, French Riviera memanjakan wisatawan dengan pantai berpasir emas, laut Mediterania yang jernih, dan kota glamor seperti Nice, Cannes, serta Monaco. Di barat, kawasan Bordeaux dan Burgundy mengundang pencinta anggur untuk menikmati pengalaman mencicipi wine terbaik di dunia. Sementara itu, di Provence, wisatawan akan menemukan keajaiban alam berupa ladang lavender ungu yang membentang sejauh mata memandang.
Bagi pencinta sejarah, Prancis adalah surga yang sesungguhnya. Lembah Loire dikenal dengan deretan kastil megah yang membawa Anda ke masa keemasan kerajaan. Di Normandia, pantai-pantai bersejarah menjadi saksi peristiwa besar dunia. Dan bagi yang menggemari seni dan budaya, kota Lyon serta Strasbourg menawarkan keindahan arsitektur klasik yang berpadu dengan kehidupan modern.
Tidak hanya itu, kuliner Prancis adalah daya tarik tersendiri. Mulai dari croissant renyah di pagi hari, keju artisan, hingga hidangan fine dining bercita rasa tinggi yang dipadukan dengan anggur terbaik. Setiap gigitan menghadirkan filosofi “joie de vivre” – seni menikmati hidup khas Prancis.
Yang wajib kalian ketahui sebelum berkunjung
Yang perlu disiapkan hingga cara terbaik berkunjung
Waktu terbaik adalah musim semi (April–Juni) dan musim gugur (September–November), ketika cuaca nyaman dan jumlah wisatawan tidak terlalu padat.
Ya, wisatawan Indonesia membutuhkan Visa Schengen untuk masuk ke Prancis.
Biasanya 15–30 hari kerja, tergantung kondisi kedutaan dan dokumen yang diajukan
Paris, Nice, Bordeaux, Marseille, Lyon, Strasbourg, dan kawasan pedesaan Provence adalah destinasi populer.
Menara Eiffel, Louvre, Notre-Dame, Champs-Élysées, Montmartre, dan Seine River Cruise.
Minimal 7–10 hari untuk menjelajahi Paris dan beberapa kota lain. Jika ingin lebih lengkap, 2–3 minggu adalah waktu ideal.
Kenali daya tariknya yang tak boleh terlewat
Beragam destinasi wisata di Prancis, mulai dari wisata alam, sejarah, sampai yang lagi viral.
Panduan wisata diprancis untuk perjalanan liburan tak terlupakan.
Temukan liburan seru dan murah ke prancis bersama Red Feng



Jakarta :
The Mansion Bougenville Fontana
Jl. Trembesi, Pademangan Tim., Kec. Kemayoran, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410
Bali :
WorkBez Service Office
Graha Merdeka. Jl. Merdeka, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Copyright @ Red Feng by Jenovac Infinity Royal – Jenovac Group

Waktu terbaik adalah musim semi (April–Juni) dan musim gugur (September–November), ketika cuaca nyaman dan jumlah wisatawan tidak terlalu padat.
Ya, wisatawan Indonesia membutuhkan Visa Schengen untuk masuk ke Prancis.
Biasanya 15–30 hari kerja, tergantung kondisi kedutaan dan dokumen yang diajukan.
Paris, Nice, Bordeaux, Marseille, Lyon, Strasbourg, dan kawasan pedesaan Provence adalah destinasi populer.
Menara Eiffel, Louvre, Notre-Dame, Champs-Élysées, Montmartre, dan Seine River Cruise.
Minimal 7–10 hari untuk menjelajahi Paris dan beberapa kota lain. Jika ingin lebih lengkap, 2–3 minggu adalah waktu ideal.
Di kota besar dan kawasan wisata, banyak orang bisa berbahasa Inggris. Namun, di pedesaan lebih dominan bahasa Prancis.
Prancis memiliki sistem transportasi yang sangat baik: kereta cepat TGV, metro di Paris, bus, dan tram di berbagai kota.
Ya, terutama di Paris dan kota besar lain terdapat banyak restoran halal serta pilihan makanan internasional.
Parfum, anggur, keju, cokelat, mode (tas, sepatu, pakaian), dan suvenir Menara Eiffel.